Kamis, 20 Agustus 2020
KH Rokhmat S. Labib: Umat Islam Tertindas karena Tidak Ada Khilafah
Foto: KH. Rokhmat S. Labib
Tintasiyasi.com -Dalam sambutan penayangan film dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara (JKdN) 1 Muharram 1442 (20/8/2020), Ustaz Rokhmat S. Labib memberikan sambutan hangat kepada 250 ribu lebih warganet yang telah memesan tiket nonton JKdN. "Yang paling bermakna (dalam tahun baru hijriyah), sadar, umat Islam tertindas karena tidak adanya khilafah," tuturnya, Kamis (20/8/2020) secara daring.
Ia menjelaskan, bahwa penyebab dari kezaliman yang menimpa umat Islam adalah tidak adanya khilafah. Adanya khilafah mampu memberikan perlindungan kepada umat Islam. Hingga jejaknya dapat dilihat dari film JKdN.
Dengan pekikan takbir, Ustaz Labib, begitu sapaan akrabnya, mengajak warganet tetap bersemangat mendakwahkan khilafah. "Marilah kita, istiqamah dalam perjuangan tegaknya khilafah. Allahuakbar," pungkasnya.[]
Reporter: Ika Mawar
Netizen Rame-Rame Ajak Nonton Film Jejak Khilafah di Nusantara
Rabu, 19 Agustus 2020
Jejak Khilafah di Nusantara, Film ini Akurat!
Prof. Suteki : Don't Miss it! Film Jejak Khilafah di Nusantara akan Segera Diputar
Rajai Trending Topik! Film Dokumenter Jejak Khilafah di Nusantara Guncang Jagat Sosmed
Ketua PII Wati: Yuk Tonton Film Jejak Khilafah di Nusantara Karya Anak Bangsa
Faisal Basri: Kebocoran Anggaran Era Jokowi Lebih Tinggi dari Soeharto dan SBY
Rizal Ramli Sebut Ekonomi Sekarang Lebih Parah dari Krisis 1998
TintaSiyasi.com – Ekonom senior, Rizal Ramli, menyebut kondisi ekonomi saat ini lebih parah ketimbang krisis yang terjadi pada 1998. Menurut dia, krisis saat ini yang diperparah dengan kondisi pandemi Covid-19 telah memukul banyak sektor.
Mantan menteri koordinator Bidang Kemaritiman itu membandingkan, krisis pada saat itu, aktivitas ekonomi masih bergeliat khususnya di luar Pulau Jawa.
"Secara ekonomi, ini seperti krisis '98 plus, plus, plus. Sebab '98, yang terpukul yang besar-besar. Di daerah-daerah pada saat rupiah jatuh dari Rp3 ribu ke Rp15 ribu, di daerah (masih) ramai ekspor cokelat, vanili," kata Rizal dalam keterangannya, Rabu 19 Agustus 2020.
Mantan menteri koordinator Bidang Ekonomi, Keuangan dan Industri di era Presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, melihat kondisi Indonesia ketika menghadapi krisis tidak sekuat seperti dulu. Salah satu indikatornya adalah soal nilai ekspor yang belum memuaskan.
"Dengan cara penanganan yang amatiran, dengan kelemahan kepemimpinan dan visi, bisa-bisa krisis ini akan lama lagi. Bisa satu setengah tahun. Saya yakin rakyat tidak siap," tutur Rizal.
Satu-satunya cara menyelamatkan ekonomi Indonesia saat ini, kata Rizal, dengan meningkatkan daya beli masyarakat. Ia memberi contoh, saat dirinya menjabat, diminta Gus Dur untuk menaikkan gaji aparatur sipil negara, TNI- Polri, dan juga pensiunan.
"Begitu mereka ada uang, dia belanja semua. Akibatnya sektor retail hidup, ekonomi hidup," paparnya. (art)
Sumber berita: https://www.viva.co.id/berita/bisnis/1294691-rizal-ramli-sebut-ekonomi-sekarang-lebih-parah-dari-krisis-1998?page=3&utm_medium=page-3